Indahnya Menutup Mata

Posted: July 18, 2010 in Ter-inspirasi

cryingmanKenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? ketika kita berciuman dengan istri kita (weits khusus yang sudah menikah yah)? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…

Yaps. Ketika mata kita tertutup dan tidak terlihat dunia akan terasa indah. Semua hal yang kurang enak menjadi enak. Hal yang kurang nikmat terasa lebih nikmat (hehe..). Kita pun melakukan sesuatu menjadi fokus. Karena kita telah meniadakan fungsi melihat.

Contohnya saja. Kawan-kawan pernah merasakan es teh manis ? kebetulan minuman itu adalah favorit saya. Akan tetapi kalau minuman ini bukan favorit Anda, tidak usah berkecil hati. Bagaimana caranya agar minuman ini terasa lezat dan nikmat walaupun minuman ini bukan favorit Anda ? sederhana, ketika kawan-kawan sedang menikmati es teh manis, coba dengan menutup mata. Saya yakin akan terasa lezat dan nikmat. Mau bukti, coba saja! Hmm… ruar biasa bukan.

Mengapa bisa begitu ? karena kita merasa fokus dan konsentrasi melakukan sesuatu, seperti contohnya saja meminum es teh manis tersebut. Kita telah mematikan indra penglihatan, otomatis indra yang lain akan berfungsi ganda. Seperti indra perasa kita yang berkerja dua kali lipat.

Itu jawaban mengapa orang-orang tuna netra, yang notabene tidak bisa melihat. Justru kemampuan indra yang lain meningkat pesat. Mungkin indra pendengaran, atau bahkan indra ke-enam nya seperti insting.

Imajinasi akan terasa sempurna jika kita melakukan aktivitas menutup mata. Simple bukan ? pekerjaan sederhana namun luar biasa manfaatnya, bagi yang tahu dan mau mencoba.

Saya teringat, ketika saya terapi orang. Dia mahasiswi salah satu di perguruan tinggi negeri di Bandung, ketika saya ngobrol-ngobrol dengan beliau, beliau punya trauma bicara di depan umum. Kalau bicara di depan teman-temannya di kelas, nggak tau kenapa tubuhnya bereaksi aneh. Tiba-tiba saja dia mual dan ingin muntah. Awalnya saya tidak percaya. Tapi ketika saya tes sedikit untuk membayangkan dengan menutup mata tentunya. Reaksi tubuh mual dan muntah langsung terasa. Padahal saya suruh membayangkan dan mengimajinasikannya saja. Belum di suruh presentasi langsung di kelas.

Ketika saya memberikan beberapa pelatihan tentang relaksasi pun saya menyarankan ke peserta pelatihan untuk menutup mata. Untuk apa ? jawabannya tentu saja untuk fokus apa yang di bayangkan. Akan terasa sulit kalau kita membayangkan dengan membuka mata. Tapi ada juga yang sebagian orang lebih kuat fokusnya ketika dibuka matanya, tapi itu hanya sebagian kecil saja.

Itu pula jawaban dan kebiasaan yang saya lakukan ketika kondisi jenuh, bosan bahkan stress. Sederhana, tinggal saya menutup mata saya, relaksasi, membayangkan tempat kedamaian, mengimajinasikan hal-hal yang ingin saya capai sesuai target-target atau impian saya, dan ketika membuka mata, cringg.. semua tampak cerah, tampak lebih semangat, tiba-tiba saja jalan-jalan ke tujuan saya terbuka lebar. Ruar biasa bukan ? Tentunya cara ini dengan latihan intensif. Karena otak bawah sadar kita butuh edukasi dan repetisi.

Intinya, terkadang masalah yang kita hadapi begitu berat. Mungkin kita terlalu dekat terhadap masalah itu. Sehingga pikiran kita selalu dipenuhi dengan beban-beban yang menurut kita sulit untuk diselesaikan. Saran saya, cobalah jaga jarak terhadap masalah Anda sekarang. Saatnya waktu untuk jeda. Mungkin dengan menutup mata, dan membayangkan tempat kedamaian Anda, misal di pantai, gunung, atau bahkan kamar sendiri. Rasakan, nikmati, dan hayati. Maka Anda akan damai dan bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s