“REPETISI”

Posted: July 20, 2010 in Ter-inspirasi

Pernahkah kita menulis buku harian ? Mungkin pernah atau mungkin tidak. Bagi yang pernah, apakah yang kita tulis lebih banyak keluhan atau rasa syukur ? Apakah yang terbubuhi dalam buku harian kita lebih banyak umpatan atau ungkapan bahagia ? silahkan di jawab sendiri.

Tanpa kita sadari tulisan-tulisan kita di buku harian, banyak keluhan atau jangan-jangan malah lebih parah lagi ada nada-nada mengumpat atau menghina diri kita sendiri. Misal, “bodoh banget sih gue, udah tau dia nggak suka sama gue, masih aja berharap sama dia…” atau “kenapa sih gue dikasi tubuh yang pendek kaya gini, coba kaya dia, tinggi, semampai dan sebagainya…” atau lebih parah lagi “udah dari dulu gue bilang, gue tuh nggak bisa apa-apa, gue tuh orang yang selalu sial, ngapain juga gue nerima tantangan kaya gini …” dan bla..bla..bla… masih banyak lagi buku harian itu ternodai dengan kata-kata hujatan untuk diri sendiri. Coba cek!

Tahu apa yang terjadi, jika ini terakumulasi terus-menerus dalam hidup kita. Bisa kita sama-sama tebak. Hidup pun jadi susah, malas, kayanya semua hal serba tidak memihak kepada kita. Pokoknya hasilnya selalu negatif. Apalagi ditambahi dengan emosi tinggi, Semakin cepat saja program itu masuk ke bawah sadar otak kita. Dan outputnya cuma keluhan saja yang keluar dari otak kita. Negatif lah program yang kita buat sendiri untuk pikiran kita yang mungkin pikiran sadar kita menolaknya. Padahal kemampuan otak bawah sadar 9 kali lebih hebat daripada otak sadar.

repetitionMengapa bisa begitu? Jawabannya sederhana. Yaitu Repetisi atau pengulangan. Otak bawah sadar mempunyai sifat repetisi atau pengulangan. Apapun informasi yang masuk ke dalam otak bawah sadar kita dengan perlakuan repetisi atau pengulangan, itu akan mengendap sangat lama dan sangat dalam dalam otak kita. Apalagi disertai dengan emosi yang mendalam. Nggak percaya? Mau contoh. Mungkin bagi yang muslim, saya akan bertanya. Apakah Anda hapal surat Al-Fatihah ? jawabannya pasti serempak hapal. Kenapa ? karena dari kecil informasi tentang surat Al-Fatihah itu telah dimasukkan dengan perlakuan repetisi atau pengulangan. Sudah berapa ratus ribu kali atau mungkin berapa juta kali surat Al-fatihah kita ucapkan secara berulang-ulang. Hitung saja sendiri ya. Alhasil, surat Al-Fatihah itu sudah hapal di dalam kepala (bukan di luar kepala). Hapalnya bukan main.

Begitulah informasi yang ter-registrasi dalam pikiran kita yang sangat dalam mengendap dalam pikiran. Sederhana bukan ? Terus bagaimana caranya informasi yang belum masuk dan ingin mengendap begitu lama di pikiran kita? Sederhananya, buatlah otak kita menerima informasi dengan cara pengulangan. Hasilnya ? sungguh di luar dugaan. Dengan cara itulah informasi itu akan menembus RAS (tembok antara pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar). Kalau sudah masuk ke alam bawah sadar, maka informasi apapun akan mengendap lama. Seperti surat Al-fatihah.

Jadi apapun informasi yang masuk, entah negatif atau positif dan dengan cara pengulangan. Tanpa kita sadari, informasi itu masuk ke alam bawah sadar kita. Untuk itulah buat informasi yang positif lebih banyak masuk ke pikiran kita daripada informasi negatif, maka tingkah laku kita pun akan positif.  Paling gampang memasukkan input-input positif adalah dengan cara berkumpul dengan orang-orang positif (komunitas positif), karena orang-orang positif pasti berbicara pun juga hal-hal yang positif. Untuk itu, tugas kita sekarang, entah dimanapun berada, carilah lingkungan yang positif yang membawa kemajuan dalam hidup kita. Siap ?? okeh … Selamat mencari lingkungan positif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s