Film Drama Korea = Film komedi sex Indonesia

Posted: August 4, 2010 in Ter-inspirasi

57film-slateDunia film tak ada habis-habisnya dibahas dengan begitu menyenangkan. Mulai dari fim esek-esek (bahkan sekarang lebih banyak terjadi di Negara ini) sampai film yang bertema relijius. Apalagi di negara kita, yang mayoritas penduduknya ber KTP Islam. Walaupun punya KTP, tp tetap saja jauh berperilaku sesuai KTP nya.

Teringat waktu masih muda dan lagi lucu-lucunya (sekarang masih sih, hehe… ) film layar lebar kita digemparkan dengan sebuah film fenomenal, yaitu ‘Ada Apa dengan Cinta’, mengisahkan seorang pria yg ganteng pendiam disukai oleh cewek yang gaul (baca : gampang bersosialisasi). Bahkan lebih luar biasanya lg, film itu bisa merubah gaya anak2 muda pada zaman itu, sebagai sosok yg diperankan Nicolas saputra. Pendiam, suka nulis puisi, lalu disukai cewek idola sekolah.

Yg lebih parah lagi, cowok2 pd saat itu seakan-akan gak punya kaca dirumahnya, dgn memodel sosok Rangga. Dia berimajinasi seperti di film yg diperankan dengan sangat cantik. Tiba-tiba saja suka nulis puisi, tiba-tiba saja gak mau bersosialisasi (maksudnya pgn jd pendiem), tiba-tiba saja ‘NGAREP’ cewek idola di sekolahnya suka dgn tingkah lakunya yg ternyata sengaja dirubah 180 derajat. Mimpi tinggalah mimpi. Bahkan ada yg semakin keblablasan.

Friends… lihat lah dengan mata melek terbaik anda. Kekuatan film sungguh Ruar biasa bukan? Bahkan bisa merubah pola tingkah laku dengan sangat cepat. Itulah hipnotis yg sangat ampuh yang dengan sukarela kita terhipnotis. “Kita adalah apa yang kita tonton”, begitulah yang saya dengar dari guru spiritual saya.

Lalu apa hubungannya dengan film korea? Pasti ketika anda membaca judul ini, anda yang kebetulan pencinta berat film korea, panas. Seperti air panas yang dipanaskan sampai 100 derajat celcius.

Film adalah sebuah gambar bergerak, dengan diiringi suara yang memukau dan membuat penontonnya terlarut seperti berada dalam alam nyata. Di film juga, sudah barang tentu memasukkan unsur-unsur pemikiran idealis dari sang sutradara. Semua film pastinya seperti itu. Makanya gak heran, ada yang pernah bilang dan saya pun meng-iyakan… kualitas bangsa ditentukan dari kualitas filmnya. Dan mengambil lagi pernyataan diatas, film dengan sangat mudah dan cepat merubah pola tingkah laku kita – yang jadi objek – sebagai penikmatnya.

Di film korea, rata-rata kita diajarkan tentang kondisi ideal. Kondisi dimana dengan mudah didapat. Terutama kondisi ideal di bidang percintaan (romance). Bumbu-bumbu adegan itu, seolah-olah di rekayasa sedemikian rupa se-natural mungkin, agar kita yang lagi-lagi jadi objeknya mengangguk tanda setuju, bahwa kondisi itu di bawa ke alam nyata sangat bisa dilakukan. Sempurna dilaksanakan. Akhirnya, kita dijangkiti virus ‘imajinasi romantis’. Mungkin pada saat yang sama, kita akan memberi bunga disertai dengan candle light dinner dengan musik yang sangat romantis, buat calon pasangan kita seperti dicontohkan di film, dengan harapan dia keleper-keleper dengan apa yang kita lakukan. Atau lebih akut lagi, kita terjangkit virus ini dengan stadium lanjut. Tanpa sadar kita akan berhalusinasi mendapatkan kekasih yang kelak akan menjadi pasangan abadi kita, yaitu seorang bidadari dari kahyangan, yang turun hanya untuk kita, yang mungkin kecantikannya mengalahkan artis paling beken di Negara ini. Anda pernah terjangkiti ? semoga jangan.

Hello guys, Wake up man… lepaskan bayangan-bayangan seperti itu. Jauhkan segera dari benak kita. Yang kita lakukan cukup sederhana, kalau anda ingin memiliki pasangan abadi yang ideal. Ideal secara fisik dan kualitas dalamnya. Caranya cukup perbesar kapasitas diri kita, buatlah standar hidup dan impian kita lebih tinggi lagi. Jadikan diri kita lebih menarik dibandingkan cerita film korea itu. Sederhana bukan ?

Pantaslah, jika anda ingin hidup yang lebih baik. Segera kurangi atau kalau bisa tingali film drama korea yg banyak menyuguhkan roman picisan, hadapi dunia real kita dengan kemampuan terbaik kita. Lalu pastikan diri anda berkualitas dengan sebanyak-banyaknya membuat karya. Lalu keajaiban itu pasti datang, Insya Allah.

Lantas kalau film drama korea aja harus kita tinggali, apalagi film komedi sex Indonesia. Tanpa berpikir panjang,, Langsung bakar kaset dan cd nya…

Sukses dan selamat mengambil keputusan… !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s