Mie instan aja butuh proses

Posted: November 4, 2010 in Ter-inspirasi

Kawan, sempat teringat curahan hati temanku yang begitu khidmat, layaknya kita mengheningkan cipta ketika upacara bendera. Yah seperti itu sensasinya. Dia menyerocos saja bak kereta api yaang kejer setoran, harus nyampe sesuai jadwal. Tapi benar, kala itu aku sangat menikmati obrolan itu. Mulai dari bisnis, politik sampai urusan keluarga, padahal kita belum berkeluarga, hehehe… bukan promosi yah.

Ada satu kalimat, yang menghentak dan masuk pikiran bawah sadar ku, hingga dengan terpaksa pun aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Sempat mengganggu sebenarnya. Tapi aku mencari alasan yang tepat untuk menangkisnya, yah minimal di pikiran ku sendiri.

Wah pada penasarankan apa kalimatnya, hmm… kurang lebih seperti ini, maaf kalau ada noise. “Ti (Dia menyingkat nama ku dari Muvti menjadi ‘Ti’), gila yah temen-temen gue. Udah pada kerja, udah pada sukses dan udah pada mapan, ada yang punya Blackberry, motor sendiri, dan mobil sendiri. Huff…” Helaan nafas yang membuatku tak nyaman. Kenapa ? karena takutnya itu bermakna tidak bersyukur apa yang sudah kita punyai.

Dia pun menambahkan, “lah kita? Udah usaha hampir 5 tahun, masih gini-gini aja?”

Sempat aku pengen berteriak ditelinganya, “Kita? Elo kali..!” hehehe… tapi kuurungkan niatku, karena aku pun ingin terus mendengarkan riakan hatinya.

“Iya Ti, masa kita gini-gini aja sih?” kalimat penutup yang membuat buluk kudukku berdiri, ternyata bukan nonton film yang berbau horor (bukan film horor Indonesia ya) yang membuat bulu kudukku berdiri juga.

Mie InstanWahai kawan darimanapun juga, ingat perkataanku yang sesuai tema judul tulisan ini, tidak ada yang instan. Kesuksesan dan Kekayaan yang penuh berkah pun tidak ada yang instan. Bahkan kalau Anda menjadikan Mie instan sebagai inspirasi Anda, lihat saja, mie instan butuh waktu untuk memasaknya, yah minimal lima menit.

Memang beberapa dekade akhir-akhir ini, kita dicekokki sebuah generasi instan. Yaitu, generasi MTv. Skarang masa itu sudah berlalu, walaupun masih ada sisa-sisa taringnya. Sekarang pola pikir instan kita, sudah dirasuki hal-hal yang berbau serba cepat. Seperti pemilihan-pemilihan ajang berbakat, Indonesian Idol, Indonesian Got Talent, Indonesia mencari bakat, dan sekelumit acara-acara hiburan yang semakin panas nih kepala. Seolah-olah kita di jarkan, mau menjadi sukses dan terkenal, gampang kok, tinggal aja masuk ke ajang-ajang ini, dan dinamit pun meledak. Anda menjadi pujaan sejagat.

Ternyata survey membuktikan, artis-artis atau trend setter di dunia hiburan yang di besarkan dari ajang-ajang instan ini, umurnya (masa emasnya) pun tak akan lama. Iya, memang sih, dia melesat bak roket yang terbang ke bulan. Tapi tunggu beberapa tahun lagi, namanya pun sudah asing dimata masyarakat. Betul kan?

Kalau mau bukti, pada tahu Tukul Arwana ? apakah iya dibesarkan dari ajang-ajang yang serba instan itu, atau Iwan Fals, musisi legendaris dari Indonesia? Yah mereka dibesarkan dari PROSES. Proses jatuh bangun mereka membangun karir. Ruar biasa bukan?

Nah silahkan mengaca ke diri kita sendiri. Apakah ada sepintas bahkan berpintas-pintas dalam pikiran kita : “Kok saya belum sukses-sukses yah kaya teman saya, kok saya masih kaya gini-gini aja?, dan nada-nada sumbang yang memekikkan telinga. Hmm… Anda pun sekarang sudah tahu jawabannya bukan? Yaitu PROSES. Mungkin saja Anda masih melakukan cara yang sama tapi ingin hasil yang berbeda. Kata Einstein pun itu disesbut orang gak waras. Maaf agak kasar.

Tapi pernyataanku pun dengan dasar yang benar. Kalau Anda masih merasa seperti ini?berarti ada yang kurang dalam tindakan kita. Atau jangan-jangan Anda tidak mempunyai impian, atau lupa berdoa ketika sholat? Hmmm… jangan sampai ketiga-tiga nya yah…

Yuk, mulai hari ini, luberkan keluhan kita. Jangan diumbar lagi. Terus syukuri apa yang ada, dan berbuat yang terbaik untuk masa depan kita.  Insya Allah, itu pasti powerfull dibangingkan kita hanya mengeluh dan curhat saja.

Selamat mengambil keputusan berubah, dan persistenlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s