Narsis itu menyehatkan

Posted: March 31, 2011 in Ter-inspirasi

indonesia gue bangetBersama teman-teman De’Miracle37 sebuah lembaga training, coaching and consulting, dan tanpa kami sadari, ada satu budaya yang tidak sengaja dan ternyata itu malah membuat kami meningkat secara kapasitas diri. Yah walaupun ini bukan satu-satunya instrument alasan bahwa kami Insya Allah, kepercayaan diri menaik tajam. Tak lain dan tak bukan adalah faktor : NARSIS.

Saya yakin, Anda semua berkaca-kaca, atau bahkan sebagian dari Anda terheran-heran. Apa hubungannya narsis dengan meningkatnya kepercayaan diri? Sabar, kita akan ungkap alasan-alasannya.

Mari kita lirik sejarah. Berdasarkan legenda Yunani, terdapat seorang pemuda bernama Narcisuss yang jatuh cinta pada bayangan dirinya yang terpantul di permukaan sebuah danau. Demikianlah kisah etimologinya sehingga kini kata narsis dipakai untuk menyebut orang yang terlalu kagum, bangga, dan memuja diri sendiri, walaupun kadang istilah narsis juga populer diselewengkan atau disejajarkan dengan tindakan rajin foto-foto yang lebih tepat disebut ‘banci kamera.’ Asal jangan banci beneran aja, hahaha…

Lantas apa hubungannya?

Saya pribadi secara subjektif tentunya berpendapat karena beberapa orang mengalami masalah mental ketidakpercayaan diri (down syndrome) dan terhambatnya dari sukses yang ingin diraih karena banyak orang merasa dirinya rendah, lemah, bodoh, kecil, kalah, dan berbagai skala inferioritas lainnya. Kita hidup di dalam dunia modern yang memaksa kita untuk terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan apa yang orang lain inginkan dari kita dan apa yang orang lain lakukan dalam hidup mereka.

Suka tidak suka, ternyata  kita memang terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan keinginan orang lain dan prestasi orang lain, bukan dibandingkan prestasi diri kita sendiri di masa lalu. Otomatis, kita merasa kurang dan tidak menghargai diri sendiri. Karena melihat prestasi orang lain lebih baik dari kita. Pernah dengar pepatah. “rumput tetangga pasti lebih hijau” kan?. Alhasil Anda pun jarang melatih menghargai diri sendiri sebagai kepribadian yang unik, utuh dan apa adanya. Karena sejatinya Allah menciptakan setiap manusia adalah unik. Dan lebih parahnya Anda jarang memberikan perhatian yang diperlukan oleh jiwa Anda untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan matang. Tidak heran kita merasa cemas, depresi, sulit mengambil keputusan dan serba berkekurangan.

Sangat perlu kita belajar bagaimana sepenuh hati menyukai dan mencintai diri sendiri secara proporsional tentunya agar bisa menyadari rasanya ketika bertemu dengan orang lain yang sepenuh hati menyukai dan mencintai diri kita. Karena ketika kita berhasil mencintai diri sendiri dengan berbagai cara dan metode, sudah otomatis kita bisa lebih mudah mencintai orang lain. Ada beberapa orang bilang, cinta adalah sesuatu yang abstrak, walaupun saya tidak sepenuhnya setuju, tapi benar saja bagaimana Anda bisa menemukan cinta jika Anda sendiri pun merasa diri Anda tidak layak dicintai? Yah faktor layak sangat di tekankan. Dan kelayakan itu muncul ketika kita memahami bahwa kita adalah orang yang pantas untuk kita cintai. Allah Maha Tahu yang Terbaik untuk Hambanya.

Menurut di sebuah artikel dan saya pun sepakat dengannya “Narsisme memiliki sebuah peranan yang berguna dalam hidup dalam artian membiasakan Anda untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain untuk membuat diri Anda bahagia. Narsisme, jika dikendalikan dengan baik, adalah sebuah perilaku yang sehat sebagai mana dijelaskan oleh seorang ahli di bidang transformasi, David Cicia, sebagai berikut: Narcissism is built into our very beings. Focus on self (ego) is essential to life, living and functioning. Individual existence is narcissistic, thus it’s called existential narcissim. Psychology – especially object-relations psychology – has pointed out the central importance of narcissism in normal human development and functioning. They call it primary narcissism, and it is healthy. On the other hand, toxic narcissism is what causes subjective suffering. It is the over-focus on self, as part of the downward spiralling negative feedback loop that comes from the basic misstep of attention.

Mungkin diantara Anda yang bertanya-tanya. Perilaku narsis seperti apa yang tidak boleh Anda lakukan sehingga dapat menyengsarakan Anda dan membuat Anda negatif dan tidak mensyukuri hidup adalah anugrah.

  1. Merasa diri paling hebat namun seringkali tidak sesuai dengan potensi atau kompetensi yang dimiliki dan ia senang memamerkan apa yang dimiliki termasuk gelar (prestasi) dan harta benda.
  2. Dipenuhi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kepintaran, kecantikan atau cinta sejati. Yah hanya berfantasi saja.
  3. Memiliki kebutuhan yang berlebihan untuk dikagumi dan dipuja.
  4. Merasa layak untuk diperlakukan secara istimewa.
  5. Kurang empati pada orang lain.
  6. Mengeksploitasi hubungan interpersonal.
  7. Seringkali memiliki rasa iri pada orang lain atau menganggap bahwa orang lain iri kepadanya.
  8. Angkuh, memandang rendah orang lain.
  9. Percaya bahwa dirinya adalah satu-satunya manusia yang spesial dan unik.

Semoga kita tidak terjangkiti bakteri merugikan untuk diri sendiri seperti yang dijelaskan diatas. Dan bergabunglah dengan komunitas yang mempunyai narsis yang positif dan proporsional, seperti di De’Miracle ini (kan narsis? Hahaha…). Selamat bernarsis ria, dan ingatlah proporsional!

Diriku yang sedang menginstall file narsisnya.

Comments
  1. wah… nice!!! like this mas Muvti!!
    waduh,, narsis jg penting trxta.. hhe.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s