Sejarah yang membuat indah

Posted: October 29, 2011 in Ter-inspirasi

Dalam memperingati sumpah pemuda, kami ingin membagikan berbagai pengalaman bagaimana anak muda harus mempunyai karya dan prestasi, dan mempunyai semangat sukses secepat dan semuda mungkin.

Melalui sejarah lah kita akan dikenang, walaupun jasad sudah di liang lahat. Melalui torehan prestasilah kita dihargai layaknya seperti penghargaan menang dalam perang. Melalui karya lah kita dinilai, seperti mutiara di dasar laut. Hasil akhirnya kita bisa tenang dalam kedamaian, dan mengatakan pada Allah swt, “Ya Allah ini prestasi dan karya hamba di dunia untuk bermanfaat bagi orang lain.” Bagaimana dengan Anda?

Yah kami terinspirasi oleh sebuah kalimat dari presiden pertama kita. “Berikan saya 10 pemuda, maka saya akan mengguncang dunia”. Itulah gambaran bagaimana kekuatan pemuda dalam menentukan sejarah peradaban. Semuanya mengakuinya, semua membenarkannya.

Perusahaan kami pun di bentuk dengan semangat itu. Semangat anak muda yang komitmen berkarya dan berprestasi. Awal kami membangun sebuah mimpi dan impian, adalah dari perusahaan Training Event Organizer (TEO). Sebuah usaha yang mindset kami awal adalah no money, no modal. Yg penting berani dan terus belajar.

Muvtizar Solichin (Mind Programmer), atau yang biasa kami panggil kang Muvti mempunyai visi yang besar bersama rekannya yang sangat visioner, Ari Hadipurnama (Mind Inspirator), atau biasa dipanggil kang Ari. Visi kami adalah mempunyai perusahaan GO NATIONAL. Bicara visi ini tidak main-main. Kita langsung menargetkan untuk mengisi pelatihan ke berbagai kota di Indonesia. Waw… ide gila dan sangat liar. Alhasil banyak orang yang menganggap kita orang sinting, orang sableng, dan sebagainya. Karena jelas, mereka menganggap pencapaian di kala itu, yang faktanya secara networking kita belum ada apa-apanya. Dan secara finansial nihil. Apalagi kami masih mahasiswa.

Tanpa pikir panjang kami membuat konsep yang sangat sederhana ditempat yang sangat sederhana pula akan tetapi dengan impian yang begitu tidak sederhana. Di sebuah kosan yang Ari tempati. Kami berdua tanpa pikir panjang membentuk timnya sendiri, tanpa wawancara, tanpa syarat-syarat, tanpa ini-itu. Semua berjalan apa adanya. Tapi satu hal prinsip kami  adalah, bentuk tim yang loyal untuk perusahaan. Akhirnya tidak harus menunggu lama, terbentuklah tim dadakan itu dengan membawa impian kami berdua, perusahaan GO NATIONAL.

Dengan konsep sebagai promotor training, kami mengundang trainer-trainer yang kami kenal, kami buat trainingnya dan trainer tersebut memberikan ilmu-ilmunya. Beberapa pelatihan sudah kami lakukan pada kala itu, tapi apa yang terjadi secara finansial, setiap pelatihan kami mengalami kerugian. Sebuah pembelajaran untuk kami, bahwa yang namanya perusahaan harus ada orang khusus yang mengelola keuangan.

Perjalanan waktu pun terus mengikuti kami. Kami pun berjalan melangkah, seringkali terjatuh. Terutama soal marketing. Ada beberapa pelatihan yang peminatnya sangat sedikit, bahkan bisa dikatakan pesertanya dalam hitungan jari. Akhirnya kami belajar lagi satu hal, yang namanya marketing ternyata perlu.

Ditengah-tengah ke-optimisan kami, sebuah gelombang tantangan menantang kami. Beberapa tim tiba-tiba saja mengundurkan diri satu-persatu. Karena rata-rata mereka masih mengenyam bangku kuliah. Mungkin karena kesibukan dan lain sebagainya. Sebenarnya kami sedih, tapi itu merupakan sebuah pilihan. Kami pun belajar lagi, yang namanya rekan kerja atau bisnis terkadang tidak bisa sejalan dengan visi. Muvti dan Ari pun mengambil langkah strategis untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh tim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s