Pendengar yang Baik

Posted: March 4, 2013 in Ter-inspirasi

Ada cerita menarik untuk kita simak bersama-sama. Baiklah…

Suatu hari dua orang tuli sedang menunggu di sebuah halte bus. Mereka tidak saling kenal dan kebetulan berdiri bersebelahan. Karena sudah mulai bosan, seorang diantara mereka kebetulan memiliki ide untuk memulai percakapan. Lalu ditepuknya pundak orang tuli di sebelahnya.

Ibu : “Pak, itu benjolan di di muka bapak itu, namanya jerawat ya?”

Bapak : “Oh… Bukan bu… Ini namanya jerawat…”

Ibu : “Ha…ha…ha… Maaf pak… Saya kira itu jerawat…”

Bapak : “Iya sih, memang banyak yang tidak tahu kalau ini jerawat bu…”

Ibu : “Iya…ya… Kalau orang nggak tahu bisa disangka jerawat…”

pendengar yang baikAnda mungkin tertawa atau hanya tersenyum-senyum saja membaca cerita di atas, atua bahkan ada yang sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tapi tanpa kita sadari, inilah yang sedang terjadi di sekitar kita. Banyak orang mulai tidak peka dalam mendengar. Atasan tidak mau mendengar bawahan, bawahan malas mendengar atasannya, suami tidak mau mendengar istri, orang tua tidak mau mendengar anaknya, murid tidak mau mendengar gurunya, guru tidak mau mendengar muridnya, mahasiswa tidak mau mendengar dosennya, dosen tidak mau mendengar mahasiswanya, dan berbagai cacat komunikasi lainnya.

Dalam komunikasi, mendengar adalah sebuah elemen penting. Ketidakmampuan kita dalam mendengar orang lain seringkali menjadi salah satu penyebab utama hancurnya sebuah hubungan. Hubungan apapun, entah keluarga, persahabatan, persaudaraan, dan lain-lain. Bukankah kita sudah sering mendengar pertanyaan “Mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan hanya 1 mulut?” Yup! Supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Teringat nasihat dari istri saya tercinta, yang selalu memperingati saya kalau saya malas mendengar apa yang dibicarakan. Yah saya pun sedang belajar keras dengan kemampuan yang satu ini. Karena saya pun termasuk kelas orang yang sangat cuek bebek, hehehe… tapi itu bukan jadi pembenaran bahwa kita tidak berusaha keras menjadi pendengar yang baik.

Selalu istri saya bilang, kalau saya sudah acuh tak acuh sama belia
u. “Mas, mas suka ngga kalau ngomong sama temen mas, tapi teman mas ngga memperhatikan mas?” semua orang yang membaca artikel ini pasti sepakat tidak suka kan? Yah begitu juga dengan saya.

Rekan-rekan semua, ingatlah. Kita tidak hidup sendirian di dunia ini. Kita adalah mahluk sosial yang mempunyai kebutuhan untuk saling diperhatikan dan didengarkan. Lantas, mengapa kita tidak belajar menjadi pendengar yang baik. Kalau sudah begini hidup akan terasa lebih indah. Selamat menjadi pendengar yang baik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s