Sukses adalah KEPUTUSAN

Posted: March 18, 2013 in Ter-inspirasi

Salam ANTUSIAS kawan-kawan …

freedom_01Kita dilahirkan di dunia memang tidak sempurna ada kelebihan dan juga ada kekurangan, tetapi Tuhan menciptakan kita dengan kesempurnaan dibandingkan mahluk ciptaanNya yang lain. Kita diberikan akal plus nafsu satu paket, untuk berpikir dan memahami bahwa manusia adalah mahluk terbaik yang diciptakan Tuhan. kita diberi hati untuk merasa, memilih, mencinta dan sebagainya.

Kita diciptakan akal untuk berpikir tentang sesuatu hal. Sungguh ciptaan luar biasa.

Pernahkah kita merasa, bahwa diri kita tidak mampu melakukan sesuatu, tidak sanggup padahal belum mencoba, merasa dirinya ‘bodoh’ merasa tidak baik dibandingkan yang lain ? pasti pernah bukan? Atau pernahkah kita merasakan bahwa kita adalah orang yang sangat pesimis dan negatif ? Malahan tanpa sadar kita menghina diri sendiri bahwa kita bukanlah siapa-siapa, kita tidak bisa melakukan ini dan itu dan sebagainya? Bahkan lebih parah lagi, tanpa sadar pula kita menghardik Tuhan, bahwa Tuhan tidak adil. Kok si Fulan berbakat, kaya, cantik sih, sedangkan saya biasa-biasa saja. Tuhan nggak adil. Pernahkah ?

Kalau dari semua pertanyaan itu, jawaban kita adalah banyakkan pernah-nya. Mungkin ada yang keliru tentang konsep diri kita. Ada pikiran yang harus si Upgrade atau bahkan di reparasi layaknya sebuah komputer yang sudah mulai usang. Untuk lebih jelasnya, saya punya sebuah cerita.

Di suatu labotarium, terdapat lah seorang profesor yang sedang meneliti bagaimana membuat robot. Dan profesor tersebut telah bekerja keras untuk membuat robot. Dia punya impian robot ciptaannya nanti bisa melakukan semua perintahnya.

Robot tersebut pun dilengkapi alat yang super canggih, dari mulai kepala, memakai antena. Fungsi antena tersebut untuk komunikasi jarak jauh, dan menangkap sinyal bahaya jikalau robot tersebut terancam keselamatannya. Di lehernya terpasang alat pita suara buatan yang bisa menterjemahkan hampir 20 bahasa asing, dan tentu saja bisa melafaskan dengan lancar. Di dadanya dipakai rompi anti peluru. Semua peluru apapun tidak akan bisa menembus dada robot tersebut. Rompi itu memang di desain canggih. Untuk apa? Untuk menjaga komponen super penting didalam dadanya. Tangannya dilengkapi alat serba ada. Tinggal sekali pencet, dari tangan robot itu bisa mengeluarkan apapun. Mulai dari alat masak sampai alat perang. Dan di kakinya dibuat oleh bahan sintetik yang membuat robot tersebut sangat lentur dan elegan ketika dalam berjalan dan berlari.

Sudah dua puluh tahun profesor berdiam diri di labotarium buatannya dan tentunya kerjasama dengan pemerintah setempat. Sudah berpuluh-puluh milyar rupiah dihabiskan untuk membuat satu robot saja. Luar biasa bukan? Mulai dari desain sampai tahap finishing touch, sang profesor begitu sabar dan tekun  menciptakan robot pertama di dunia dengan tingkat kecanggihan diatas rata-rata. Saking lamanya profesor tersebut bersama robot buatannya, profesor sudah menganggap robot yang di buatnya seperti anaknya sendiri. Profesor tersebut begitu menyayanginya. Setiap sebelum di aktivasi, sang profesor pasti membersihkan robot itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Ketika semuanya sudah sempurna, tibalah robot tersebut diuji coba oleh tim penguji disana. Seandainya robot itu bagus, sudah barang tentu robot tersebut akan dikontrak untuk bekerja di instansi pemerintahan melakukan apa yang manusia tidak bisa lakukan.

Tapi apa yang terjadi ketika robot tersebut diuji? Ternyata robot itu tidak mau menjalankan perintah tim penguji. Perintahnya sangat sederhana “robot tolong ambilkan saya minum!”. Dengan enaknya robot tersebut menjawab, “nggak ah, saya nggak mampu ngambil minum. Saya nggak bisa…”

Dengan pernyataan mengagetkan semua pihak mulai dari tim penguji sampai sang profesor tersebut. Alhasil profesor merasa sangat kecewa. Padahal semua peralatan dan ornamen yang disiapkan oleh robot itu sudah yang paling canggih, sudah paling mutakhir. Mulai dari kepala sampai kaki, sudah di setting program yang super cepat dan dahsyat. Tapi apa yang terjadi, robot tersebut malah mangkir dan tidak mau diperintah. Bukan karena nggak mau tapi nggak mampu, padahal belum dicoba.

Bagaimana dengan cerita tersebut ? Menarik bukan ? apa yang Anda lakukan kalau Anda menjadi profesornya. Anda sudah meluangkan waktu dan tenaga, rasa cinta dan sayang hingga menganggap robot tersebut sebagai anak Anda sendiri, akan tetapi ketika disuruh atau diperintahkan sesuatu robot tersebut bilang nggak mampu. Saya sangat yakin Anda pun akan marah dan kecewa.

Yah begitulah dengan Tuhan kita, Allah swt. Dia dengan Maha Kasih dan Maha Sayangnya kepada kita sebagai insan manusia, diberikan akal untuk berpikir dan hati untuk merasa, dengan segala potensi yang Ruar Biasa pula. Waktu jadi sperma pun kita di desain untuk menjadi seorang PEMENANG dan JUARA. Tapi apa yang terjadi ketika kita sudah besar dan dewasa ? yah, pangalaman Pemenang dan Juara itu hilang diterpa angin. Kita lupa tentang momentum kita ketika menjadi sperma.

Saya teringat ketika ngobrol-ngobrol di bis Damri dengan seseorang. Beliau bilang, kang saya nggak mungkin bisa kayak akang. Akang kan hebat. Kuliah di komunikasi, seneng baca buku. Dan banyak lagi alasannya yang dia buat. Pantaslah akang menjadi trainer dan bisa berbicara hebat di depan umum. Nah saya ?

Hati-hati kawan dengan pernyataan kita seperti ini. Bahaya. Mengapa bahaya ? karena kita tanpa sadar telah menjatuhkan potensi kita sendiri. Kita menolak potensi yang sudah Allah titipkan kepada kita. Ingatlah cerita profesor tadi. Kita yang sebagai profesor pasti marah kalau punya robot yang sudah kita buat tapi hasilnya malah robot itu bilang tidak mampu. Begitu  juga Allah. Allah akan sangat marah kalau kita bilang tidak bisa padahal belum mencoba. Hati-hati dengan lingkungan sekeliling kita yang merampas impian kita dengan sadar. Pikiran kita pun terkontaminasi, hingga kita dengan otomatis bilang “saya tidak mampu”, “saya tidak bisa”, “tidak mungkin”, dan sebagainya. Ayo kita rubah dengan kalimat “Saya mampu”, “saya bisa”, “Mungkin bisa!”

Karena bagi saya sukses adalah keputusan. Ketika kita sudah memutuskan untuk sukses Insya Allah pasti sukses. Ketika kita bilang ke diri kita (selftalk) “saya bisa”,” saya yakin mampu”, entah mengapa jalan-jalan itu terbuka lebar. Tinggal setelah itu apakah kita mau membayar harganya atau tidak. Saya yakin Anda mau membayar harganya. Dan selamat bagi Anda yang sudah memutuskan untuk sukses. Saya tunggu di panggung kesuksesan Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s