Anak Muda dan Pendidikan Seks

Posted: April 3, 2013 in Ter-inspirasi

Sempat teringat berita-berita yang membuat bulu kuduk saya merinding. Tragis dan inilah memang kenyataan yang kita hadapi sekarang. Banyak anak muda yang katanya sebagai penerus bangsa, terlibat banyak kasus yang menggerikan, yang mungkin dianggap tabu oleh zaman ayah dan ibu saya.

“Sudah zaman edan !” begitulah ungkapan salah seorang teman saya yang kita ngobrol sambil minum kopi hangat. “gimana nggak, masa masih anak sekolah udah pada ML (berhubungan suami-istri).” Dan lebih luar biasa nya lagi, ketika Anda semua main ke mbah goggle, dan mengetik keyword ‘anak SMP’, munculah situs-situs seronok yang tidak sepantasnya. berita-beritanya pun begitu vulgar. Ada apa dengan anak SMP zaman sekarang? Setali tiga uang, begitu juga ketika saya mengganti keyword dengan anak SMA pun, hal yang sama terulang. Racun apa yang sudah menyebar di kalangan anak muda sekarang? Adakah solusinya?

Dan berita-berita di surat kabar, majalah, televisi, tidak sedikit jumlahnya yang membahas kenakalan anak remaja. Padahal, di sebuah bangsa, jika bangsa tersebut ingin maju dan berkembang anak mudanya pun harus berpikiran maju dan berkembang, bukan berpikiran seronok atau ngeres. Mau di bawa kemana bangsa ini? Adakah solusinya?

children_reading2Semakin suram saja wajah penerus bangsa ini, adakah harapan itu masih ada? Di tengah-tengah kepesimisan saya, rasa ragu saya, perasaan galau saya tentang masa depan bangsa ini, saya pun melakukan hal-hal kecil yang positif yang menurut saya sedikit demi sedikit memperbaiki kondisi yang terjadi ini. Saya pun mantap mengatakan “harapan itu masih ada”. Apa mau dikata, saya masih terbilang muda untuk ukuran anak muda zaman sekarang. Akhirnya saya memodel prinsipnya Aa’ Gym, dengan rumus 3M, karena rumus ini bagi saya bisa menyelesaikan hal-hal yang terjadi pada anak muda. Apa itu rumusnya, Mulai saat ini, Mulai sekarang dan Mulai lah dari hal-hal yang kecil. Kalau mengganti rumus tersebut biar lebih memberdayakan dengan rumus 3A, Ayo mulai dari sekarang, Ayo mulai saat ini dan Ayo mulailah dari hal-hal yang kecil. Got it! Insya Allah saya memulainya.

Dengan apa?

Dengan ilmu yang saya pelajari,  yaitu tentang pikiran (Mind Technology) khususnya Hypnosis dan NLP (Neuro Linguistic Programming). Masih terekam dalam ingatan saya, kondisi permasalahan orang-orang dewasa, rata-rata akar masalahnya adalah pendidikan dari orang tua saat kecil dan program bawah sadar dari lingkungan dimana seorang anak berinteraksi. Dahsyatnya, apapun sugesti atau informasi yang masuk kedalam pikiran anak, itu langsung diterima oleh pikiran bawah sadar anak. Yah apapun itu, negatif dan positif. Apalagi di repetisi (diulang-ulang) dan dalam intens emosi yang tinggi. Mungkin besarnya nanti, itu yang menjadi program seseorang dalam mengarungi hidupnya dan menjawab permasalahan-permasalahan yang ada. Anak kecil kan ibaratnya seperti kertas putih, tinggal siapa yang menggoreskannya dan apa yang di bubuhinya?

Makanya nggak heran, banyak temen-temen saya sesama terapis. Mereka bercerita tentang proses terapinya, rata-rata akar masalahnya terletak di pendidikan pada saat kecil. Entah  pendidikan dari orang tuanya, lingkungannya maupun guru-gurunya di sekolah. Itu poin pentingnya. Ada seseorang kalau ada masalah pelariannya ke seks, mungkin pada saat kecil orang tua tidak care pada pendidikan anak, medianya pun sembarangan. Ada majalah-majalah dewasa yang tanpa sengaja dibaca oleh anak-anak. Ataupun komik, yang seharusnya untuk dewasa, dibeli dan menjadi konsumsi anak-anak, dan dikomik itu pun digambarkan orang yang sedang berhubungan suami-istri. Wajar kan bisa seperti itu?

Terus apa solusinya? Semua terletak pada pendidikan pada saat kecil. Media apa yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Dan itulah program dasar pikiran bawah sadarnya. Dan itu pilihan orang tua, “mau dibawa kemana masa depan anaknya?”.

Yah… saya menemukan emas yang tidak disangka-sangka. sebuah harta karun berharga, bahkan lebih berharga dibandingkan harta karun itu sendiri. Saya meyakini, pada dasarnya orang tua ketika mempunyai anak, pasti menganggap anaknya adalah anugrah terbesar dalam hidupnya. Betul kan? Lantas, kenapa kita harus berpikir dua kali untuk mengadakan media pendidikan untuk anak kita dirumah. Syukur-syukur di rumah kita mempunyai taman bacaan, dimana si anak pun juga suka membaca. Tapi yang tak kalah pentingnya pun, bagi orang tua yang ingi mempunyai anak yang berbakti pada orang tuanya kan? Betul atau betul? Saya pun menyadari, apalah artinya uang, kalau ternyata suatu saat kelak anak kita menjadi pribadi sholeh dan sholehah yang berbakti kepada orang tuanya dan bermanfaat untuk bangsa dan agama ini. Rp 50 juta pun harganya, saya yakin orang tua mana pun berani menebusnya. Anda pun pasti meng-iyakan kan?

Nah sekarang pertanyaannya. Bagi orang tua khususnya langkah apa yang harus kita mulai? Ya seperti tulisan yan diatas. Segeralah membuat taman bacaan atau media pendidikan yang sesuai nilai-nilai yang kita anut. Dan bagi yang belum menjadi orang tua, ya dari sekarang investasi lah untuk membeli media pendidikan untuk anak kita. Bagaimana?

Oke akhir kata, selamat mendidik anak dengan cara yang tepat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s